Selintas masa yang lalu
Kulihat langit berbintang seribu
Tanpa sadar aku telah bertumpu
Pada satu yang selalu tersipu
Kini kakiku sudah kaku
Jiwaku pun telah membeku
Telah kukejar mentariku
Hingga sampai di batas waktu
Maaf atas semua berhala yang kulaku
Bila perlu anggap saja itu debu
Bukan maksudku pergi berlalu
Aku hanya berusaha mencari yang tak semu
Meski bukan lagi ke arah yang itu
Keretaku akan tetap melaju
Melintas nyata dan serpihan asa di kalbu
Namun rinduku akan tetap satu
Kenanganku di kota tepi samudera biru
Yang terindah dalam hidupku ...
0 commentaires:
Post a Comment